KISAH RELIGIUS YANG TERKANDUNG DALAM AL-QURAN

Pertama, kisah para nabi. Dimulai dengan bapak pertama manusia, Adam alaihissalam, ‘ibunda’ Hawa ‘alaihissalam dan kronologi turun dari surga. Lalu bapak kedua Nuh as. dan terjangan angin topan. Lalu kisah para nabi dari bangsa Arab: Shalih dan kaumnya; Ibrahim bersama Namrud; Ismail dan tebusannya, sumur zamzam, membangun ka’bah; kisah Luth (anak-anak dan kaumnya); kisah Yusuf alaihissalam bersama saudara-saudaranya serta hubungannya dengan Zulaikha, dijebloskannya ke penjara. Menyusul kemudian kisah nabi Syu’aib; kisah nabi Musa dan mu’jizat kelahirannya, bersama kaumnya keluar dari Mesir, konflik dengan Firaun, dusta Yahudi, kisah sapi betina dan lain-lain; kisah nabi Daud yang difitnah kaum Sabat; Sulaiman dan Balqis; Ayub dan penyakitnya; Yunus dan ikan hiu; Zakariya dan Yahya. Serta kisah mengenai Maryam dan Isa lengkap dengan mukijzat-mukjizatnya. Semuanya tertulis dalam al-Quran dengan jelas.

Kedua, kisah-kisah yang berkaitan dengan bangsa-bangsa pra-Islam dan kisah-kisah yang bertujuan sebagai catatan sejarah. Misalnya kisah Ashabul Kahfi, kisah Zulkarnaen, kisah Ya’juj wa Ma’juj, kisah Uzair dan penghuni Surga, kisah Qarun dan hartanya, kisah Qabil dan Habil, kisah banjir Arim, ashabul ukhdud, kisah tentara bergajah, dan kisah-kisah lain yang berkaitan erat dengan pahala dan dosa, sorga dan neraka, maut dan kebangkitan. Aspek sejarah ini sejatinya berkaitan dengan fakta-fakta dan peristiwa yang terjadi pada diri Rasulullah SAW bersamaan dengan mulainya pembangkangan Quraisy, pendustaan akan dakwah, tantangan Yahudi terhadap beliau, kisah-kisah kaum munafik, kisah Isra-Mi’raj, kisah hijrah dan mukjizat-mukjizatnya, cerita dusta, peperangan yang wajib dilaksanakan oleh nabi atau invasi yang beliau lakukan yang berakhir dengan peristiwa futuh Mekkah, pelurusan atas rumor yang berkembang seputar isteri-isteri nabi khususnya Zainab binti Jahsy, dan kejadian-kejadian lain.

Kisah-kisah tersebut berhubungan dengan kilas kehidupan Rasulullah, sisi humanisme universal, dan mukjizat. Banyak di antara kisah-kisah tersebut membentuk rambu pemisah dalam sejarah manusia. 

Yang galib pada kisah religius dalam al-Quran adalah kisah para nabi dan sejarah perjuangannya bergelut dengan kekuatan buruk dan jahat. Target kisah tersebut bukanlah untuk dijadikan sebagai narasi sejarah, melainkan sebagai bahan untuk ta’ammul (perenungan), nasehat dan tempat pelarian secara agamis. Karenanya bentuk pewarisan sejarah dalam al-Quran dinyatakan dengan format cerita, ketika cerita di masa itu tidak pernah terpisah dari bagian ilmu sejarah. Karena itu pula penceritaan dalam al-Quran begitu retoris dan estetis (balaghi wa fanni). 

Ketiga, kisah alam ghaib. Diantara alam ghaib yang sering disorot al-Quran adalah yaitu kisah-kisah yang berhubungan dengan alam jin, alam malaikat, alam syetan dan sihir. Karena itu tidak mengherankan jika kitab-kitab tafsir banyak memuat hikayat, kisah dan legenda-legenda klasik Arab. Dan tak mengherankan pula jika selanjutnya ada sebagian kitab tafsir terkontaminasi oleh kisah beracun yang dikenal dengan “kisah-kisah Israiliyat”. 

Bagian keempat adalah kategori kisah yang disebut oleh DR Nagar sebagai kisah “romzi wa tamsili” (simbolik dan pemisalan), yaitu kisah-kisah yang berkaitan dengan dunia hewan, atau kisah tersebut diriwayatkan atas “lisan” hewan. Contoh nyata adalah kisah burung gagak yang diutus Allah kepada anak Adam (Qabil) untuk mengajarinya bagaimana menguburkan mayat saudaranya sendiri, Habil. Kisah lainnya mengenai seekor burung yang dicincang oleh nabi Ibrahim alaihissalam, lalu potongan hewan tersebut disebar secara terpisah di sebuah puncak bukit. Ketika Ibrahim memanggilnya, tiba-tiba bangkai burung tersebut menyatu kembali dan hinggap di hadapannya. Dalam surah al-Baqarah juga disebutkan tentang kisah sapi betina Bani Israil (diceritakan nabi Musa menyuruh kaum Bani Israil agar menyembelihnya untuk mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di antara mereka). Pada surah yang lain diceritakan tentang serigala yang menjadi korban tuduhan palsu pembunuh Yusuf. Dan masih banyak kisah-kisah lain seperti burung Hudhud yang patuh kepada nabi Sulaiman, kisah binatang melata yang akhirnya membuktikan bahwa jin tidak mengetahui hal ghaib, serta kisah keledai yang mati selama seratus tahun kemudian hidup kembali, dan lainnya. 

Di sana kita bisa saksikan begitu banyak surah-surah dalam al-Quran yang melibatkan nama-nama binatang seperti: lebah, semut, sapi, laba-laba dan gajah. Kendatipun banyaknya materi kisah-kisah tersebut dalam al-Quran, hanya saja berbentuk petunjuk global, atau kilas paparan, yang tidak beralih pada kisah religius secara integral kecuali di tangan para mufassir, sohibul hikayat dan sejarahwan klasik. Di tangan merekalah kisah-kisah tersebut menjadi kisah agamis humanis, terpisah dari kisah-kisah quranik, sekalipun pada awalnya bersumber dari al-Quran untuk kemudian menjadi inspirasi kreasi seni cerita yang etis dan -tentu saja- estetis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s