ANAK DAN ISTERI

Musuh utama kita ialah apa saja dan siapa saja yang berusaha menutupi jalan kebenaran, memboros waktu dan harta tanpa guna. Atau, apa pun yang mengikis semangat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Siapakah mereka?
Mereka adalah setan, seperti yang disebut letterlijk dalam Al-Quran sebagai ‘musuh nyata’ (QS Fathir: 6). Jika istri dan anak lalai, bahkan melalaikan diri kita untuk mengingat Allah, mereka juga menjadi musuh yang pantas untuk diwaspadai (QS At-Taghabun: 14, 15).
Oleh karena itu, Rasulullah SAW memberi warning agar Umat Islam selalu memanfaatkan waktu sebelum peluang hilang dan menjaga umur sebelum tutup usia. Sabdanya: “Jagalah lima sebelum lima: jagalah masa mudamu sebelum masa tuanmu, kayamu sebelum miskinmu, sehatmu sebelum sakitmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Ahmad dan Nasa’i).
Di dunia ini manusia menghadapi segala macam musuh, baik yang riil ataupun tersembunyi. Setan sebagai musuh yang gaib (abstrak) tentu tak mudah ditaklukkan, kecuali dengan inayah Allah semata. Karena itu, kita diperintahkan Allah untuk selalu minta bantuan-Nya tak kurang 17 kali sehari semalam. “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan (QS Al-Fatihah: 04).
Kata ahli hikmah, dawamul hal minal muhal (tak ada satupun situasi atau kondisi yang mengabadi). Iman kita selalu berkurang dan bertambah. Semakin taat kepada Allah, iman semakin bertambah. Semakin sering melakukan maksiat, maka kualitas iman pun makin berkurang. Kualitas iman ini tidak akan mengakar ke dalam hati dan dalam praktik keseharian, kecuali bila selalu mencontoh kebajikan orang saleh. Juga adanya lingkungan yang steril dari penyakit sosial.
Konon, pada suatu hari Hanzalah keluar rumah sembari memaki dirinya sendiri: “Dasar Hanzalah munafik!”. Beberapa saat kemudian ia bertemu Abu Bakar ra lantas menanyakan maksud perkataan Hanzalah tadi. Hanzalah menjelaskan: “Pada suatu hari kami di samping Rasulullah SAW yang menceritakan perihal surga dan neraka, seolah kami benar-benar melihat dengan mata kepala sendiri. Tapi tiap kali keluar dari sana, kami bercanda dan tertawa-tawa lagi bersama istri dan anak-anak. Kami sering melupakan dan tentunya banyak hal yang kami sia-siakan.” Abu Bakar merespon: “Demi Allah, aku pun pernah alami apa yang kau alami.” Lalu mereka sama-sama menghadap Rasulullah dan mengadukan hal itu. Rasulullah tersenyum sembari bersabda: “Sesungguhnya, jika engkau keluar dari sampingku seperti ini niscaya malaikat akan menyertai kalian baik di lantai ataupun di jalan-jalan. Tetapi, wahai Hanzalah, itu tak apa-apa. Sesaat saja, sesaat saja.”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s