SADARILAH ! ALLAH SENANTIASA MENATAP KITA

Segala puji hanya bagi Allah, dzat yang senantiasa memberi tanpa diminta, yang maha luas kasih sayang-Nya. Hari baru kembali menyapa kita pagi ini, setelah kemarin bergulat dengan berbagai kesibukan. Lelah, letih yang terasa dihari kemarin seolah tergantikan dengan semangat baru dihari ini, setelah tubuh diberi keleluasaan untuk beristirahat lewat sebuah nikmat Allah yang bernama tidur.

Dalam menapaki jejak-jejak kehidupan, Allah SWT telah sediakan waktu bagi kita untuk dipilah. Kapan waktu bagi kita untuk bekerja, dan kapan pula waktu bagi kita untuk beristirahat. Kita tidak pernah tahu di hari kemarin jika ternyata kita masih diberikan kesempatan hidup di hari ini. Sadarilah, bahwa anugerah waktu adalah peluang emas yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk senantiasa memperbaiki diri, menambah amal sholeh, dan bukan menebar ketakutan dan keburukan bagi diri dan orang banyak.

Bersyukurlah kepada Allah SWT, bahwa banyak aib yang ada pada diri kita yang tetap Allah SWT tutupi dari penglihatan orang banyak. Kita masih bisa berkelit dari manusia, lari dan menyembunyikan diri serta identitas, lari dari segala hal buruk yang telah kita semai pada diri dan hati orang banyak sehingga terluka, namun dapatkah kita lari dari pengawasan Allah? Sungguh maha kasihnya dan maha memeliharanya Allah SWT terhadap makhluk-makhluk-Nya.

Lihatlah, betapa maha kasih-Nya tiada berbatas, meski banyak pengingkaran terhadap keberadaan-Nya. Dialah dzat yang mencukupkan yang kurang, Dialah dzat yang melapangkan kesempitan, kesusahan, kegundahan, yang menggantikan rasa sedih dengan ketenangan dan kebahagiaan. Sungguh, kita tak akan sanggup memenuhi hak-hak Allah SWT, dzat yang mesti kita taati perintah-Nya, yang mesti kita syukuri setiap nikmat-Nya.

Sungguh sayang, Kecendrungan kita adalah mengingkari, melanggar, dan seolah tidak butuh dan peduli. Ada sebagian dari kita selalu saja tanpa malu berkata, “inilah aku dengan akal dan segala apa yang kudapatkan adalah karena usahaku”. Padahal yang menciptakan akal kita adalah Allah SWT, dan segala apa yang kita usahakan hingga berbuah kesuksesan merupakan hal yang berlaku atas izin Allah SWT.

Pernahkah kita sediakan waktu, menyempatkan diri sejenak merenungkan segala hal yang telah kita perbuat? Merenungkan segala curahan nikmat dari Allah SWT? Mampukah kita membalasnya dengan segala amal ibadah yang kita lakukan walau hanya untuk sehelai bulu mata kita? Sebuah bentuk rasa syukurkah jika segala keindahan alam ini digunakan untuk bermaksiat kepada-Nya? Menentang-Nya? mengingkari-Nya?

Ya Allah….
Kami telah zholim….
Ampunilah diri kami…
Jika tanpa ampunanMu…
Akan seperti apakah kelak kami ketika dihadapanMu…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s