PRIA PENGHUNI SURGA

Kepada Anas bin Malik, Rasulullah SAW menyampaikan kabar gembira bahwa sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga.

Mendengar berita yang diyakini kebenarannya tersebut, Anas segera melakukan persiapan untuk menyambutnya. Tak lama kemudian datang seorang laki-laki Anshar, tanpa banyak bicara. Lelaki itu pada keesokan harinya datang untuk kali yang kedua, begitu juga pada hari yang ketiga.

Abdullah yang dari sejak awal penasaran terhadap tamunya Anas bin Malik tersebut menguntit dari belakang. Ia ingin tahu banyak tentang lelaki yang disebut Rasulullah SAW sebagai penghuni surga. Untuk maksud tersebut, ia bahkan minta izin beberapa lama untuk tinggal, menginap di rumahnya.

Setelah mendapat izin, ia tak sedikitpun melepaskan perhatiannya kepada sosok Abdullah, mulai dari pekerjaannya, amalan kesehariannya, kebiasaan sehari-harinya, maupun karakter dan kepribadiannya.

Setelah tiga hari mengamati, ternyata Abdullah tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Lelaki Anshar itu biasa-biasa saja, kecuali bahwa ia menjalankan shalat secara baik dan perkataannya selalu benar. Demikian halnya dengan shalat malamnya, lelaki itu hanya bangun tak lebih dari yang dilakukan oleh Anas bin Malik.

Merasa tidak berhasil melakukan pengamatan secara benar, maka kepada lelaki Anshar tersebut, Abdullah berterus terang menyampaikan penyamarannya, “Bahwa aku menginap di rumahmu semata-mata karena keinginan tahuku tentang amalan besar apakah yang engkau lakukan hingga aku ingin meneladanimu. Terus terang sampai saat ini aku belum menemukan sesuatu, padahal engkau telah mendapatkan derajat yang tinggi sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi. Mungkin Anda punya rahasia?”

“Tidak ada rahasia pada diri dan pekerjaanku,” jawab lelaki itu dengan terus terang.

“Bisa Anda jelaskan hal-hal yang tidak aku ketahui?” desak Abdullah

“Sungguh, tidak ada yang istimewa pada diriku kecuali yang telah kamu perhatikan selama ini di sini,” kata lelaki itu menegaskan.

“Barangkali masih ada yang lainnya?” Abdullah kembali penasaran

“Aku tidak memiliki keistimewaan apapun, kecuali bahwa aku tidak pernah menyimpan hasrat dalam hati untuk menipu sesama dan menaruh rasa dengki kepada seseorang lantaran kebaikan yang telah diberikan Allah kepadanya,” kata lelaki itu merendah.

Mendengar jawaban lelaki itu, Abdullah berkata, “Inilah yang telah mengangkat derajat Anda menjadi penghuni surga sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw”.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s