MEMANCING BAROKAH DARI LANGIT

Secara harfiyah barokah berarti ziyadatul-khair (bertambahnya kebaikan). Banyak ayat Al-Quran maupun hadits Nabi yang membicarakan tentang barokah. Pada dasarnya barokah itu kewenangan Allah SWT untuk diturunkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barokah baru turun kalau kita sebagai penerimanya memiliki nilai iman dan taqwa yang baik.

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَ اتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَ اْلاَرْضِ

“Dan jika seluruh penduduk negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya Kami bukakan pintu barokah baginya dari langit dan bumi” (QS)

Di Indonesia, orang mengartikan barokah yang datang dari langit itu berbentuk hujan, padahal kenyataannya hujan kalau turun sering menimbulkan bencana. Apakah berbentuk bencana banjir, tanah longsor atau yang lainnya.

Tapi kalau kita perhatikan di Saudi Arabia, pada musim haji menjelang clossing-date, Bandara King Abdul Aziz Jedah merupakan bandara terpadat di dunia. Rata-rata 5 buah pesawat mendarat dalam 3 menit. Sebenarnya semua penumpang bertujuan untuk menunaikan ibadah haji. Mereka datang dengan membawa bekal. Jika 1 orang jemaah saja membelanjakan uangnya sebesar 1000 real selama di Saudi Arabia, kita bisa menghitung berapa keuntungan pemerintah dan masyarakat di Saudi Arabia dengan jumlah jemaah haji yang begitu banyak. Itu salah satu bentuk barokah yang diturunkan Allah dari langit.

Belum lagi barokah yang muncul dari bumi. Dunia sekarang sedang mengalami krisis bahan bakar. Dan diissukan, 50 tahun ke depan dunia akan mengalami krisis air. Setelah diadakan penelitian ternyata di bawah perut bumi Saudi Arabia terkandung cadangan air terbesar di dunia. Subhanallah. Inipun merupakan salah satu bentuk barokah yang datang dari bumi.

Allah menurunkan barokah dari langit dan bumi di Saudi Arabia yang begitu melimpah tidak bisa dipisahkan dari nilai iman dan taqwa penduduknya.

Dan barokahpun bisa dicabut oleh Allah SWT manakala kita melakukan kesalahan. Coba kita perhatikan sabda Rasulullah SAW :

مَنْ تَهَاوَنَ بِالصَّلاَةِ عَاقَبَهُ اللهُ الْبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ

“Barangsiapa yang melalaikan sholat, maka Allah akan menimpakan 15 belas macam bencana kepadanya. Diantara bencana yang akan diturunkan adalah : يَرْفَعُ اللهُ الْبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ “Allah akan mencabut nilai barokah dari usahanya”.

Jadi dalam menapaki kehidupan, sebenarnya bukan sulit mencari pekerjaan atau mencari uang. Yang sulit adalah bagaimana pekerjaan dan rejeki yang kita peroleh itu bernilai barokah. Ciri ketidak barokahan itu dapat dilihat dari sering munculnya keluh kesah dalam bekerja, gaji yang tidak pernah cukup. Semuanya itu akan memunculkan pikiran negatif kepada Allah SWT. Kalau tidak dibentengi oleh iman bisa saja orang tersebut menyimpang dari bingkai agama.

Mengacu pada ayat Al-Quran dan hadits Nabi di atas maka wajib bagi kita untuk tetap menjaga dan meningkatkan iman yang kita miliki, dan jangan mengabaikan sholat fardhu sesibuk apapun kita. Itulah umpan yang perlu kita lakukan untuk memancing barokah Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s