MERPATI POS SANG PEMEGANG AMANAH

Jauh sebelum Masehi, antara tahun 3100 – 2600 SM, merpati diketahui sebagai salah satu hewan domestikasi yang tertua. Dijinakkan orang-orang Mesir kuno dari alam liar sebagai ternak peliharaan untuk pemanfaatan dagingnya yang empuk dan lezat. Sementara dalam periode kejayaan Romawi kuno 2000-an tahun lalu, selain sebagai penyedia makanan merpati peliharaan ini digunakan untuk pertama kali sebagai pengirim pesan.

Selama ribuan tahun, merpati memang sudah populer sebagai unggas domestik. Dipelihara hingga gemuk atau dilatih untuk menyampaikan pesan dari satu tempat ke tempat lain. Kelezatan dan kemampuan terbang serta navigasi burung ini membuatnya menjadi hewan yang tercatat dalam sejarah manusia. Bahkan di masa lalu ia menyandang citra sebagai burung spritual dan menjadi lambang perdamaian hingga ini hari.

Dalam kajian ilmiah, secara umum disebutkan bahwa burung dalam keluarga Columbidae dari ordo Columbiformes ini punya profil tubuh yang sama dengan sedikit perbedaan detail. Penamaan merpati (pigeon) adalah untuk kelompok jenis burung yang punya ukuran tubuh lebih besar, sementara dara untuk jenis yang kecil. Walau ini hanya sebagai pengenalan semata bukan pengelompokan teknis.

Penanda utama burung ini adalah tubuh gempal membulat, leher pendek dan paruh memanjang dengan sedikit lapisan berdaging di atas lubang pernafasannya, kepala kecil, dan rentang sayap yang lebar.

Anggota keluarga merpati dan dara juga sangat beragam. Terklasifikasikan sekitar 300 spesies jenis asli dan 150 spesies yang didomestikasi (dijinakkan untuk dipelihara). Semuanya terdiri dari varian warna bulu, ukuran tubuh, dan “spesialisasi keahlian”.

Ada beberapa spesies merpati yang dikenal sangat mahir melakukan akrobatik udara. Ia mampu terbang dengan kecepatan penuh rata-rata 72 km/jam dan mampu menempuh penerbangan jarak jauh melebihi 800 km. Atau melakukan penerbangan singkat dengan aneka manuver menawan, terbang rendah, menyambar, menukik, meliuk kiri kanan, membuat salto dan memutar tajam.

Keahlian terbang ini setidaknya dimiliki oleh merpati-merpati yang kemudian digunakan manusia sebagai peliharaan untuk tujuan lomba kecepatan terbang, lomba akrobatik, dan lomba navigasi burung. Untuk yang terakhir, adalah pengembangan dari penggunaan merpati sebagai pengantar pesan yang dikenal sebagai merpati kurir atau merpati pos.

Merpati pos memang cukup handal. Pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II, pasukan Sekutu banyak yang menggunakan merpati pos karena lebih gampang dan tidak mudah disadap oleh musuh. Kadang, merpati ini dipasangi kamera kecil dan digunakan untuk pemotretan udara.

Yang sangat jarang diperhatikan adalah bahwa merpati pos itu selalu terbang tinggi. Saat melakukan aktivitasnya merpati pos tidak pernah terbang rendah. Tujuannya adalah untuk menghindari jebakan ranjau yang sengaja dibuat oleh orang-orang yang tidak senang kepadanya. Dengan terbang tinggi ia tidak pernah tergoda oleh biji-bijian yang disebar penjahat yang bertujuan untuk mencelakakannya. Jika ia diperintah mengantar surat ke satu tujuan, pantang baginya untuk melakukan manuver murahan berupa terbang rendah karena ia menyadari bahwa dibalik berserakannya biji-bijian ada motif untuk mencelakakan dirinya.

PELAJARAN YANG DAPAT KITA AMBIL

Seorang anak manusia manakala diberi amanah oleh orang lain untuk memangku sebuah jabatan, sekecil apapun jabatan yang diberikan kepadanya, seyogyanya harus tetap pada cita-cita luhur untuk menjunjung tinggi amanah itu. Tunaikan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Jebakan-jebakan yang bertujuan menghancurkan karir atau jabatan itu begitu banyak.

Ingat pesan orang tua. Manusia kalau diamang-amang (ditakut-takuti) masih banyak yang mampu untuk menghadapinya. Namun apabila diiming-iming (dibujuk/dirayu) dengan suatu kebutuhannya banyak yang tidak tahan menghadapinya.

Contoh burung merpati pos di atas sangat ideal untuk menggambarkan seseorang yang sedang memangku jabatan untuk tidak terjebak oleh bujuk rayu apapun yang pada akhirnya akan menghancurkan kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s